Tampilkan postingan dengan label trauma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label trauma. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Mei 2016

Apakah Anak Anda Mengalami Hal-Hal ini? Waspadai Gangguan Mental..

Gangguan psikologis ternyata tidak hanya menimpa orang dewasa yang notabene seringkali dihadapkan pada berbagai masalah dan stres yang dapat mengguncang kejiwaan dan sisi psikologis mereka. Namun kondisi yang sama juga dapat dialami oleh anak-anak, yang mana gangguan psikologis ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti trauma yang pernah dialami, faktor genetika, kebiasaan atau mungkin sebagai akibat dari pengaruh lingkungannya.


Nah, untuk lebih jelasnya lagi kita kenali beberap jenis gangguan psikologis yang dapat menimpa anak-anak.

1. Mental Retardation

Mental retardation adalah suatu jenis gangguan psikologis anak yang ditandai dengan ketidakmampaun anak untuk mengurus diri mereka sendiri, kesulitan berkomunikasi dan ketidakmampuan membedakan hal yang berbahaya dan tidak berbahaya. Kondisi mental retardation dapat dikenali sebelum anak berusia 17 tahun. Umumnya gejala awalnya dapat dilihat dari tingkat IQ anak yang rendah yang mana biasanya berada dibawang angka IQ 70. Anak-anak yang mengindap gangguan psikologis mental retardation tidak mampu untuk mandi sendiri, makan sendiri, sulit berbicara dan selalu membutuhkan pendamping pada setiap aktivitas yang dilakukannya.


2. Autisme

Autisme merupakan gangguan perkembangan yang terjadi pada anak yang mengalami kondisi menutup diri. Gangguan seperti ini mengakibatkan anak mengalami keterbatasan dari segi komunikasi, perilaku dan interaksi sosial. Sampai saat ini penyebab dari munculnya sindrom autisme belum diketahui secara pasti. Beberapa ahli mengungkapkan kondisi ini disebabkan oleh muliti factiroal, sementara beberapa diantaranya juga ada yang menyebutkan sebagai gangguan biokimia. Gejala autisme dapat dikenali sejak anak masih bayi seperti misalkan dikenali lewat fokus mata hanya pada satu benda, respon yang sangat minim terhadap impuls dan tidak bereaksi pada rangsangan suara. Sementara pada anak yang sudah lebih besar, biasanya dapat dikenali dengan kesulitan fokus pada satu hal, yakni ketika anak tidak merespon ketika dipanggil, kesulitan berkomunikasi serta melakukan sesuatu secara berulang-ulang.


3. Gangguan Kecemasan

Gangguan kecemasan adalah salah satu gangguan psikologis yang paling umum yang dapat mempengaruhi anak-anak. Gejala utama dari gangguan psikologis ini adalah timbulnya rasa cemas, ketakutan dan kegelisahan yang berlebihan pada anak. Ada berbagai jenis gangguan kecemasan seperti ketakutan yang tidak berasalan atau tanpa didukung dengan situasi yang mana hal ini disebut dengan fobia. Gangguan kecemasan umum yang cenderung membuat anak-anak merasa khawatir, gelisah berlebihan mengenai hal yang tidak realistis, sering panik biasanya disebabkan karena trauma yang pernah dialami oleh si anak.


4. Asperger Syndrom

Sindrom asperger merupakan kelainan perilaku pada anak yang membuat anak menarik diri dari keramaian, menjadi penyendiri, tidak banyak berbicara dan tidak suka bermain. Umumnya anak-anak yang mengidap sindrom ini akan lebih senang berbicara dengan orang dewasa dengan topik yang tak biasa. Selain itu, anak-anak dengan sindrom ini adapula yang menunjukan keinginana untuk memiliki banyak teman, hanya saja mereka memiliki kecenderungan yang mudah bosan sehingga menjauhi sendiri teman-teman yang telah mereka miliki. Hal inilah yang membuat anak-anak dengan sindrom ini sulit menemukan teman bermain. Anak yang mengalami sindrom asperger dapat dikenali dari sifat kurang simpati terhadap orang lain, tidak sensitif dan tidak suka bergaul dan bermain.

Demikian beberapa jenis gangguan psikologis yang mungkin terjadi pada anak. Dengan mengetahui beberapa jenis gangguan psikologis diatas, diharapkan dapat menambah wawasan pengetahuan anda dan jika beberapa gejala dari gangguan psikologis dikenali pada anak, anda bisa mengambil tindakan dengan membawa anak terapi untuk mengatasinya.


Info mengenai Hypnotherapy & Pelatihan Hypnosis silahkan menghubungi kami di nomor 083807641711 (telpon, sms atau whatsapp)

Selasa, 12 April 2016

Hypnotherapy Sembuhkan Psikosomatis

 Banyak kasus dimana analisa dan segala jenis pemeriksaan oleh dokter menunjukkan seseorang secara fisik tidak mempunyai masalah fisik. Namun pada kenyataannya orang tersebut mengeluh karena sakitnya.


Masalah-masalah emosional yang tidak ditangani adalah penyebab 85% penyakit fisik. Itulah mengapa penanganan penyakit fisik tidak membuahkan hasil yang tuntas karena mengabaikan masalah emosional

Psikosomatis atau somatisasi adalah gangguan psikis yang tampil dalam bentuk gejala-gejala fisik. Dengan kata lain, psikosomatis adalah penyakit fisik yang disebabkan oleh program pikiran negatif dan/atau masalah emosi seperti stress, depresi, kecewa, kecemasan, rasa berdosa, dan emosi negatif lainnya.

Bagaimana cara membedakan psikosomatis dengan penyakit biasa?

Ciri-cirinya psikosomatis ditandai dengan adanya keluhan dengan gejala fisik yang beragam, antara lain seperti yang anda rasakan yaitu mulai dari pegal-pegal, nyeri di bagian tubuh tertentu, mual, muntah, kembung atau perut tidak enak, sendawa, serta sekujur tubuh terasa tidak nyaman. Tak jarang, ada yang merasa kulitnya seperti gatal, kesemutan, mati rasa, pedih seperti terbakar, dan sebagainya.

Rasa sakit di kepala (seperti migrain), nyeri di bagian dada, punggung dan tulang belakang, linu pada persendian, bahkan sampai rasa nyeri saat berhubungan seks juga bisa saja disebabkan oleh masalah emosi.

Keluhan semacam itu bisa berlangsung lama dan berulang-ulang serta berganti-ganti atau berpindah-pindah tempat, dan memang bisa dirasa sangat mengganggu sehingga wajar jika Anda bolak-balik memeriksakan diri ke dokter.

Orang yang mengalami psikosomatis mungkin akan sulit membedakan apakah penyakit yang diderita itu psikosomatis atau disebabkan gangguan organis biasa, apalagi jika masalah emosi/pikiran penyebab sakit itu tidak disadari. Cara paling mudah dan akurat untuk mengetahui apakah suatu penyakit adalah psikosomatis atau sakit biasa adalah dengan hypnosis. Pikiran bawah sadar tahu apa yang terjadi pada Anda. Hypnotherapist bisa bertanya langsung ke pikiran bawah sadar Anda.

Namun, saran kami: Apabila anda sakit, tetaplah periksa ke dokter. Apabila setelah dilakukan pemeriksaan secara medis tidak ditemukan akar penyebab masalahnya, maka diduga kuat anda mengalami psikosomatis. Begitu pula apabila penyakit-penyakit ringan sering kambuh seolah tak ada hentinya. Kemungkinan anda mengalami psikosomatis.

Gejala psikosomatis bisa saja diringankan dengan obat-obatan semisal penahan rasa sakit. Namun itu hanya menahan sementara, dan gejala penyakit akan muncul kembali berulang-ulang, dan kadang dalam bentuk yang berbeda-beda. Obat-obatan hanya menangani gejala. Selama penyebabnya (program pikiran dan emosi negatif) masih ada, gejala penyakit akan terus timbul.

Maka dari itu anda membutuhkan hypnosis, satu-satunya solusi yang kami tahu paling cepat untuk menyembuhkan psikosomatis. Bagi hypnotherapist, menyembuhkan psikosomatis bukanlah hal yang rumit. Pasien akan dibimbing memasuki kondisi somnambulis (kondisi hypnosis yang dalam) untuk menemukan akar masalah dan kemudian membereskannya.

Apabila masalahnya adalah program pikiran yang salah, berkaitan dengan sistem kepercayaan, salah paham dan sebagainya, maka dilakukan re-edukasi atau pembelajaran ulang agar klien mempunyai pikiran yang benar dan keyakinan baru yang positif. Sedangkan bila sebabnya adalah emosi negatif, seperti depresi, kecewa dan rasa bersalah, maka pikiran bawah sadar dipersilakan menyadari masa lalu sebagai sebuah pelajaran, menerima dirinya sepenuhnya, dan berbahagia dengan kondisi saat ini.

Contoh Kasus Penyakit Kulit (Psikosomatis)

Klien yang mengalami psikosomatis sebaiknya tetap melanjutkan pengobatan medis sampai semua gejala fisik lenyap. Satu contoh, kami pernah menangani klien yang mengalami penyakit kulit psikosomatis. Ibu berusia 40 tahun ini sangat mencemaskan putri kesayangannya yang kuliah di luar kota. Kecemasan ini sudah tidak disadari oleh sang ibu.

Kondisi pasien sangat mengerikan. Kulitnya yang dulunya mulus, sekarang terlihat penuh luka dan infeksi karena sering digaruk-garuk. Pasien ini tidak punya alergi kulit sebelumnya. Segala macam obat dan salep yang disarankan dokter kulit sudah dicoba, tapi belum ada yang memberi kesembuhan permanen. Pasien juga mengikuti saran dokter untuk berkunjung ke psikiater. Namun setelah tiga bulan diterapi oleh psikiater dia merasa bosan karena tidak ada kemajuan yang berarti.

Dalam kondisi hypnosis, pikiran bawah sadar pasien langsung menceritakan masalah kecemasan itu. Bukan hal yang susah bagi hypnotherapist untuk mengungkap penyebab. Hanya perlu mengatakan "Pada hitungan ketiga, anda mengetahui apa penyebab penyakit kulit ini", dan pasien akan langsung bercerita.

Ada banyak hal yang dicemaskan si ibu terhadap putrinya. Mulai dari kesehatan sampai masalah keberhasilan kuliahnya. Namun yang paling besar adalah takut jika putrinya salah bergaul, memakai narkoba, dan seks bebas. Maklum saja, putri yang dicemaskan ibu memang cantik dan terkesan lugu. Dulu si ibu bisa selalu mengawasi putrinya yang masih tinggal di rumah, sekarang putrinya lepas dan tidak mungkin mengawasinya. Selain itu, pasien juga merasa kesepian, karena Suami bekerja sampai sore, dan tiga anaknya termasuk putri satu-satunya tidak tinggal lagi serumah.

Dengan teknik tertentu, kami berhasil mengatasi rasa cemasnya, dan pikiran bawah sadarnya setuju untuk tidak membuat si ibu sakit lagi. Namun infeksi kulitnya tentu saja tidak bisa sembuh seketika. Disinilah peran pengobatan medis masih diperlukan terhadap pasien psikosomatis. Kami sarankan ibu tersebut untuk mengobati kulitnya sampai sembuh dengan berobat ke dokter. Setelah infeksi itu sembuh, maka untuk selanjutnya tidak kambuh lagi.



Info mengenai Hypnotherapy & Pelatihan Hypnosis silahkan menghubungi kami di nomor 083807641711 (telpon, sms atau whatsapp)

HIPNOTERAPI UNTUK STRES DAN TRAUMA :

Hipnoterapi adalah salah satu metode yang terbukti dan sangat efektif untuk mengatasi stress dan trauma. Memang ada beberapa metode yang selain hipnoterapi yang digunakan untuk mengatasi stress tapi kurang efektif dan butuh waktu yang lama untuk bisa merasakan perubahan yang signifikan. Karena metode yang lain tidak menyentuh akar permasalahan dan hanya bermain di level pikiran sadar.

Padahal sumber stress pada seseorang itu tersimpan di pikiran bawah sadar. Dengan Hipnoterapi pikiran bawah sadar bisa ditembus dan menemukan akar permasalahan yang tersimpan di pikiran bawah sadar.

Setelah menemukan akar permasalahannya dengan menggunakan teknik tertentu, klien akan dibimbing untuk menyelesaikan akar permasalahannya sehingga nantinya tidak berpengaruh negatif terhadap kehidupan mulai saat ini dan seterusnya.

Penelitian yang dilakukan oleh Prihantanto (2009) menunjukkan hasil yang sangat menakjubkan. Biasanya penyembuhan stress dibutuhkan waktu sampai 6 bulan. Namun dengan hipnoterapi, hanya membutuhkan waktu 2 jam stress bisa dihilangkan. Bahkan ada yang bisa disembuhkan hanya dengan hitungan menit.

Selain itu, berdasarkan bukti ilmiahmenurut American Psychological Association 
(APA), Dictionary of Psychology edisi 2007 menunjukkan bahwa hipnoterapi dapat bermanfaat mengatasi manajemen rasa nyeri akut, merokok, gangguan kepribadian, phobia, trauma, dan sebagai terapi pendukung dalam beberapa penyakit lainnya.

Akan tetapi, penyembuhan melalui metode hipnoterapi ini belum banyak dikenal dan diketahui oleh masyarakat di Indonesia.

Sejak tahun 1958, hipnosis telah diakui di Amerika sebagai salah satu metode untuk kepentingan terapi. Di Eropa dan Amerika, konsep hipnosis sudah berubah sama sekali dan telah berkembang sangat pesat.

Banyak ilmuwan-ilmuwan yang meneliti fenomena hipnosis ini mulai dari Dr. James Braid, Freud, Jung, Dr. Milton H. Erickson, Dr. Dave Elman dan sebagainya.

Dari hasil penelitian mereka disimpulkan bahwa keadaan hipnosis atau disebut sebagai trance merupakan suatu keadaan dimana manusia sangat fokus pada suatu tindakan atau aktivitas yang sedang dilakukan dengan mengabaikan hal-hal lain yang bukan prioritasnya. Sehingga, apabila ada suatu masalah dapat dengan mudah diselesaikan.

Hipnoterapi umumnya dilakukan melalui 6 tahap, yaitu pengkajian (pre-talk), induksi, deepening, terapi piikiran, terminasi, dan swa-hipnosis.

Pada tahap induksi inilah klien dibawa masuk ke pikiran bawah sadarnya, kemudian pada tahap terapi pikiran terapis dapat memberikan keyakinan positif untuk menghilangkan stress pasca trauma yang dialami.

Melalui tahap-tahap hipnoterapi, klien yang mengalami stress pasca trauma tingkat sedang akan menurun dan klien dapat menjalani kehidupan lanjutnya dengan lebih baik.

Hipnoterapi cara ini diketahui dapat menetralisir ketegangan (stress) kehidupan yang dialami sehari-hari, dan merelaksasikan 3 unsur jiwa raga, yaitu: pikiran, hati, dan jiwa.

Ketika seseorang berada dalam kondisi ini, dan diperiksa dengan mesin EEG (Elektro-Ensefalo-Grafi) akan terlihat dominasi gelombang Alfa, yaitu gelombang setengah lingkaran (sinusoid, tumpul) dengan frekuensi 8 – 12 silkus perdetik.

Situasi yang akan dicapai seseorang dalam keadaan sangat tenang. Ini tak lain karena Hipnoterapi tidak saja memberikan sugesti semata yang mempercepat penyembuhan namun juga membawa seseorang kedalam kondisi nyaman mereka (trance). Sehingga dalam kenyamanan para hypnotherapist hebat mampu menyembuhkan dalam waktu yang sangat singkat.

Beberapa kaidah pokok yang bisa dipakai sebagai pertimbangan dalam sesi hypnotherapy adalah : Menggunakan bahasa positif, sesi sesi yang merujuk situasi informal, bahasa dan pengertian yang digunakan menyesuaikan umur dan tingkat kedewasaan klien.

Hipnoterapi bisa dilakukan lebih dari sekali, tergantung dari seberapa berat masalahnya. Tapi biasanya untuk masalah stres ringan dengan 1 atau 2 kali terapi, klien sudah bisa bebas dari stress. 

Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan hipnoterapi adalah kemampuan seseorang untuk menerima sugesti atau tingkat suggestibility nya, harapan terhadap hipnoterapi (expectancy), kerjasama dengan hipnoterapistnya (rapport).

Namun, hipnoterapi akan lebih efektif bila diberikan di usia 7 tahun ke atas terutama karena anak pada usia ini sudah memahami bahasa verbal dan non verbal. Penelitian yang dilakukan oleh O‟Grady dan Hoffmann (1986), menguji efektivitas hipnosis dalam penatalaksanaan di bidang pediatrik (ilmu kedokteran anak).

Para peneliti ini melihat kasus di mana anak-anak menggunakan hipnosis. Memeriksa salah satu rumah sakit anak tertentu, mereka menemukan bahwa 5% dari anak-anak dirawat menggunakan hipnosis, ternyata menunjukan hasil yang menggembirakan untuk mengatasi gejala penyakit yang mereka punyai. Perubahan perilaku anak melalui psikoanalisis lebih efektif bila dikombinasikan dengan hipnoterapi.
 
Karena perilaku bersumber pada program pikiran bawah sadar. Sugesti positif hipnosis bekerja di tataran pikiran bawah sadar atau mereprogram pikiran bawah sadar anak sehingga perilaku negatif bisa bermutasi menjadi perilaku positif.

Stress pasca trauma umumnya terjadi selama 6 bulan. Gejalanya setiap fase atau setiap bulannya bisa berbeda-beda. Pada minggu-minggu awal, stress yang dialami biasanya masih dalam fase akut. Sehingga hipnoterapi belum bisa dilakukan pada fase ini, karena keadaan psikologis klien masih belum stabil.

Idealnya, hipnoterapi baru bisa dilakukan setelah fase akut berakhir, yaitu ketika klien sudah mampu fokus dan bisa diajak bekerjasama.

Tingkatan stress yang sesuai untuk hipnoterapi ini adalah pada tingkat sedang karena pada stress tingkat ini klien bisa bekerjasama dan keluhan yang dirasakan tidak akan banyak mempengaruhi fokus klien saat dilakukan terapi sehingga hipnoterapi yang dilakukan akan lebih efektif.

Klien bisa melakukan hipnoterapi sendiri di rumah, yaitu self hypnosis. Jika telah terampil melakukan metode ini, maka relaksasi akan mudah dicapai ketika kita mengalami stres.

Self – hypnosis sebenarnya bisa dilakukan kapan saja, dan dimana saja, oleh siapa saja. Meski begitu pada kasus-kasus tertentu seperti kekurangan gizi atau dehidrasi tetap harus diobati dengan dengan pengobatan medis lainnya.

Hipnoterapi takkan bermanfaat untuk kasus cacat tubuh, kelainan organ tertentu dan gangguan-gangguan sejenis lainnya. Selain itu hasil terapi akan sangat tergantung pada seberapa kooperatif sikap pasien, serta berat ringan kondisi penyakit yang diderita.

Hipnoterapi juga tidak perlu dilakukan apabila stress yang dialami klien bisa diselesaikan dengan family therapy, karena motivasi yang diberikan oleh keluarga sudah bisa membuat klien sembuh, kecuali hal itu belum cukup kuat maka hipnoterapi bisa dilakukan.



Info mengenai Hypnotherapy & Pelatihan Hypnosis silahkan menghubungi kami di nomor
083807641711 (telpon, sms atau whatsapp)

Senin, 14 Maret 2016

Cara Menghilangkan Trauma dengan Hipnoterapi


Trauma, pernakah anda mendengarnya? Kemudian bagaimana cara mengatasi dan menghilangkan trauma? Pada waktu sekarang ini, banyak berita yang memuat tentang kejahatan, perampokan, pembunuhan, pemerkosaan, dan lain-lain. Tentu sangat memperhatinkan, belum lagi konflik di daerah dan terakhir adalah korban bencana alam, seperti gunung merapi, atau tsunami mentawai
Mungkin esok hari berita sudah berganti dengan yang lain. Namun ada satu hal yang terlupakan, yakni efek dari kejadian tersebut. Lalu apa efek itu, efek itu adalah berupa trauma.

Jika berbicara tentang tindak kekerasan dan trauma, ada suatu istilah yang dikenal sebagai Post Traumatic Stress Disorder atau PTSD (gangguan stres pasca trauma). Yaitu gangguan stres yang timbul berkaitan dengan peristiwa traumatis luar biasa. Misalnya, melihat orang dibunuh, disiksa secara sadis, korban kecelakaan, bencana alam, dan lain-lain.
PTSD merupakan gangguan kejiwaan yang sangat berat, karena biasanya penderita mengalami gangguan jiwa yang mengganggu kehidupannya. Secara umum gejala PTSD dibagi menjadi tiga macam, yaitu:
Pertama, Reexperiencing. Perderita seperti mengalami kembali kejadian traumatis yang pernah dialami. Biasanya kondisi ini akan muncul ketika penderita sedang melamun atau melihat suasana yang mirip dengan pengalaman traumatisnya. Penderita dapat berperilaku mengejutkan, tiba-tiba berteriak, menangis, atau berlari ketakutan.
Fenomena lain juga dapat muncul seperti takut untuk tidur, karena begitu ia tidur peristiwa traumatis muncul kembali. Misalnya, peristiwa diperkosa atau pembunuhan yang berlangsung didepan mata.
Kedua, Hyperarousal. Suatu keadaan waspada berlebihan, seperti mudah kaget, tegang, curiga menghadapi gejala sesuatu, benda yang jatuh dia anggap seperti jatuhnya sebuah bom, dan tidur sering terbangun-bangun.
Ketiga, Avoidance. Seseorang akan selalu menghindari situasi yang mengingatkan ia pada kejadian traumatis. Seandainya kejadiannya saat suasana ramai, dia akan menghindari mall atau pasar. Begitu juga sebaliknya jika ia mengalami pada waktu sendiri, maka ia akan menghidari tempat-tempat sepi.
Jika PSTD tidak ditanganidengan benar, maka mempengaruhi kepribadian seseorang (perubahan kepribadian). Seperti paranoid (mudah curiga) misalnya. Kesulitan hal ini adalah jarang sekali penderita dengan kesadaranya datang ke para ahli. Apalagi stigma yang beredar dimasyarakat bahwa psikiater identik dengan orang sakit jiwa atau gila.
Lalu bagaimana cara mengatasi dan menghilangkan masalah trauma? Berbagai model psikoterapi telah dikembangakan untuk mengatasi PTSD, seperti, terapi perilaku, desensitisasi dan HIPNOTERAPI.
Bagaimana cara Mengatasi Trauma dengan Hipnoterapi?
Karena penyebab trauma  itu sudah jelas, maka terapi dengan hipnoterapi dilakukan dengan cara sebagai berikut:
  1. Klien akan dibimbing ke dalam relaksasi yang sangat nyaman dan aman
  2. Ketika dirasa klien sudah cukup relaks  yaitu klien sudah memasuki kondisi somnanmbulism, maka proses terapi mulai dilakukan
  3. Salah satu tekniknya adalah mengimajinasikan klien ada di dalam gedung bioskop dan sedang menonton suatu peristiwa traumatik yang pernah dialaminya. Film ini diputar sesuai dengan kesiapan klien. Kalau klien masih terlalu traumatik, maka film ini akan dihentikan di bagian dimana klien merasa belum siap dan kemudian diulang dari awal sampai berkali-kali sampai klien bisa melihat peristiwa traumatik itu tanpa perasaan apa-apa dan dapat memaknai secara positif peristiwa tersebut
  4. Ketika klien sudah memasuki tahap 3, maka klien diminta untuk masuk ke dalam peristiwa tersebut. Klien diminta mengalami kembali dan diminta kembali memaknai secara positif.
  5. Ketika klien sudah merasa NETRAL dan dapat memakanai secara POSITIF peristiwa traumatik itu, kemudian klien dibimbing keluar dari kondisi relaksasi
Itu hanyalah salah satu teknik secara singkatnya untuk menangani traumatik. Kenapa efektif? Karena semua memori traumatik itu letaknya ada di pikiran bawah sadar, dan hipnoterapi bekerja di level pikiran bawah sadar sehingga memungkinkan hasilnya lebih efektif.
Sekarang , setelah mengetahui ini, apakah anda masih mau membawa peristiwa traumatik ini seumur hidup anda?
Pilihan ada ditangan anda..

Jika anda membutuhkan bantuan untuk menghilangkan trauma anda dengan hipnoterapi, silahkan hubungi kami di 083807641711 (sms, telpon atau whatsapp)